Kanonisasi Ibu Teresa


Dari karya-karya Ibu Teresa, keterlibatan dan pesan-pesan rohani selama hidupnya, banyak orang-orang sederhana maupun tokoh-tokoh dunia tersentuh oleh kesucian dan karya-karya beliau. Melalui Ibu Teresa banyak orang muda tergerak menjawab panggilan hidup untuk membaktikan diri sepenuhnya melayani orang-orang miskin di tengah masyarakat dan dunia.

Pada tanggal 5 September 1997, Ibu Teresa wafat di usianya yang ke-87. Tokoh-tokoh dari seluruh penjuru dunia ikut memberikan penghormatan terakhirnya. Ibu Teresa dari Kalkuta meninggalkan karya cinta kasih, bertumbuhnya panggilan dari orang muda dan Ordo Misionaris Cinta Kasih.

Secara umum Ordo Misionaris Cinta Kasih ini memiliki 8 cabang yaitu Suster-suster aktif, Suster-suster Kontemplatif, Bruder-bruder aktif, Bruder bruder Kontemplatif, Imam-imam Misionaris, Misionaris Awam, Relawan dan Kerabat Kerja Orang-orang sakit dan Menderita. 

Khusus untuk Suster-suster Aktif dan Komplentatif, mereka harus melalui pelatihan selama 6 tahun, meliputi : Aspiran selama 6 bulan, Postulan sepanjang 1 tahun, Novisiat selama 2 tahun, dan Yuniorat selama 5 tahun. Tersiat dilaksanakan di tahun ke-6 sebelum kaul terakhir. Sebelum kaul terakhir, para suster harus tinggal di rumahnya masing-masing selama 3 minggu sebelum memutuskan untuk tinggal dan berkarya sebagai Misionaris Cinta Kasih selama hidupnya. Masa Novisiat dilaksanakan di Kalkuta, Roma, Manila, Nairobi, San Francisco dan Polandia. Melalui merekalah kemudian semangat Ibu Teresa berkembang dalam bentuk pelayanan bagi orang miskin.

Pada tahun 2013 Ibu Teresa diakui kesuciannya dengan memperoleh gelar Beata, Ibu Teresa yang diberkati. Mukjizat pertama terjadi pada Monika Besra yang berusia 30 tahun dan disembuhkan dari sakit tumor perut setelah berdoa melalui perantaraan Ibu Teresa. Kanonisasi untuk menjadi Santa terus berlangsung, menggerakkan doa-doa untuk Ibu Teresa di seluruh penjuru dunia. Pada tahun 2015 Paus Fransiskus mengeluarkan keputusan mengakui mukjizat kedua dari Ibu Teresa, berupa kesembuhan seorang pria Brazil dari penyakit tumor otak setelah kerabatnya memanjatkan doa kepada Ibu Teresa pada tahun 2008.

Tahun 2016 Ibu Teresa memperoleh kanonisasi sebagai Santa, sehingga sebutan Ibu Teresa dari Kalkuta yang diberkati berubah menjadi Santa Teresa dari Kalkuta. Beliau menjadi ikon dan patron untuk semangat hidup berkarya bagi orang-orang termiskin, semangat membawakan keramahan, perdamaian dan kegembiraan di tengah orang miskin, sakit, ditolak dan yang tidak diinginkan kehadirannya.

 

Sumber : Lucinda Vardey, Mother Teresa. Winner of Noble Peace Prize. A Simple Part, 1995 : Pinguin Random House, 186-191. http://www.bersatulahdalamgereja - katolik.com/2015/12/mujizat-keduadiakui-vatikan-bunda.html.

Sumber gambar: https://i1.wp.com/margefenelon.com/wp-content/uploads/2016/09/Mother-Teresa-Canonization-Painting.jpg