Ling Hati Kudus Yesus PITC

HKY, eyayyayyaaaa....yayya.. yayy... Itulah sambutan hangat seluruh umat HKY yang hadir saat dua orang MC yaitu Ibu Farah dan Ibu Tere menyapa di awal acara.

Ling Valentinus PITC

Sebagai pengikut Yesus yang telah di baptis dan merupakan gereja kecil dalam lingkungan St.Valentinus, semua warga mulai dari anak-anak,remaja sampai orang dewasa merasa memiliki dan respek terhadap acara natal bersama kali ini.

Ibu Teresa

Ibu Teresa bernama asli Agnes Gonxha Bojaxhiu.dilahirkan pada tanggal 26 Agustus 1910 di Skopje, sebagai yang bungsu dari tiga bersaudara putra-putri Bapak Nikola dan Ibu Drane Bojaxhiu.

Pada usia delapan belas tahun, bulan September 1928, Agnes masuk Biara Suster-suster Loreto di Irlandia. Ia memilih nama Suster Maria Teresa sebagai kenangan akan St. Theresia Lisieux. Pada bulan Desember, Sr Teresa berangkat ke India dan tiba di Calcutta pada tanggal 6 Januari 1929. Setelah mengucapkan Kaul Pertamanya pada bulan Mei 1931, Sr Teresa ditugaskan untuk mengajar di sekolah putri St Maria, Calcutta. Pada tanggal 24 Mei 1937, Sr. Teresa mengucapkan Kaul Kekalnya, dan menjadi “pengantin Yesus” untuk “selama-lamanya”. Sejak saat itu ia dipanggil Ibu Teresa. Ia tetap mengajar di sekolah St Maria dan pada tahun 1944 diangkat sebagai kepala sekolah. Pada tanggal 17 Agustus 1948, untuk pertama kalinya Ibu Teresa tampil mengenakan sari putih dengan pinggiran garis-garis warna biru. Ia keluar melewati gerbang Biara Loreto yang amat dicintainya untuk memasuki dunia orang-orang miskin.

Ibu Teresa

Pada tanggal 7 Oktober 1950, kongregasi Misionaris Cinta Kasih memperoleh pengakuan dari Gereja Katolik dengan persetujuan Paus Pius XII. Awal tahun 1960-an, Ibu Teresa mulai mengutus para susternya ke bagian-bagian lain India. Agar dapat menanggapi kebutuhan kaum miskin, baik jasmani maupun rohani, dengan lebih baik, Ibu Teresa membentuk Kongregasi Para Biarawan Misionaris Cinta Kasih pada tahun 1963, dan pada tahun 1976 membentuk Para Suster Kontemplatif, pada tahun 1979 Para Biarawan Kontemplatif, dan pada tahun 1984 Para Imam Misionaris Cinta Kasih. Ia juga membentuk Kerabat Kerja Ibu Teresa dan Kerabat Kerja Sick and Suffering, yaitu orang-orang dari berbagai kalangan agama dan kebangsaan dengan siapa ia berbagi semangat doa, kesederhanaan, kurban silih dan karya sebagai pelayan cinta kasih. Semangat ini kemudian mengilhami terbentuknya Misionaris Cinta Kasih Awam. Atas permintaan banyak imam, pada tahun 1981 Ibu Teresa juga memulai Gerakan Corpus Christi bagi Para Imam sebagai “jalan kecil kekudusan” bagi mereka yang rindu untuk berbagi karisma dan semangat dengannya.

Pada tanggal 5 September 1997 jam 9:30 malam, hidup Ibu Teresa di dunia ini berakhir. Ratusan ribu pelayat dari berbagai kalangan dan agama, dari India maupun luar negeri, berdatangan menyampaikan penghormatan terakhir mereka. Ibu Teresa mendapat kehormatan dimakamkan secara kenegaraan oleh Pemerintah India pada tanggal 13 September sebelum akhirnya dimakamkan di Rumah Induk Misionaris Cinta kasih, Kalkuta. Segera saja makamnya menjadi tempat ziarah dan tempat doa bagi banyak orang dari berbagai kalangan agama, kaya maupun miskin. Ibu Teresa mewariskan teladan iman yang kokoh, harapan yang tak kunjung padam, dan cinta kasih yang luar biasa. Jawaban atas panggilan Yesus, “Mari, jadilah cahaya bagi-Ku,” menjadikannya seorang Misionaris Cinta Kasih, seorang “ibu bagi kaum miskin”, sebagai simbol belas kasih terhadap dunia, dan sebagai saksi hidup bagi Tuhan yang dahaga.

Pada tanggal 26 April 2002, kurang dari dua tahun sejak kematiannya, mengingat reputasi Ibu Teresa yang tersebar luas karena kekudusan dan karya-karyanya, Paus Yohanes Paulus II memberikan persetujuan untuk dimulainya proses kanonisasi Ibu Teresa. Pada tanggal 20 Desember 2002 Bapa Suci menyetujui dekrit keutamaan-keutamaannya yang gagah berani dan mukjizat yang terjadi atas bantuan doanya. 19 Oktober 2003 Paus Yohanes Paulus II memaklumkan Ibu Teresa sebagai: Beata Teresa dari Calcuta

- Yayasan KKIT -

Tangan Yang Tidak Kelihatan

ASTA INGKANG BOTEN KETINGAL... oleh : Anton Rachmadi

Acara Perayaan Nama Pelindung Paroki Ibu Theresa 2015 (PNPP PITC 2015) telah berlalu. Setelah acara tanggal 6 September 2015 tersebut, saya sangat bergairah mendengarkan komentar dari Lingkungan, Dewan Paroki maupun umat lain yang saya kenal, ‘luar biasa kinerja kalian..’. Kalau istilah anak muda sekarang PNPP 2015 ini sesuatu bingits cyiinn..