Lomba Tumpeng Kemerdekaan

Berawal dari ide Romo Michael Wisnu Agung Pribadi dan Romo Antonius Baur Asmoro, maka diadakanlah acara Lomba Tumpeng di Paroki Ibu Teresa yang mengambil tema “Bhinneka Tunggal Ika”. Terinspirasi dari lomba tumpeng yang diadakan oleh Keuskupan Agung Jakarta tahun lalu, acara yang berlangsung di aula gedung sekolah Trinitas, hari Minggu, 20 Agustus 2017 kemarin diikuti oleh 31 Lingkungan PITC yang memberikan kreasi tumpeng terbaik mereka. Acara ini juga merupakan salah satu rangkaian dari acara Pesta Nama Pelindung Paroki (PNPP) 2017.

Lomba Tumpeng Kemerdekaan

Masing-masing tim beranggotakan maksimal 5 orang, dengan bahan-bahan yang sudah dimasak, dihias dan dikreasikan. Tim hanya perlu memindahkan tumpeng mereka ke atas meja yang sudah disiapkan oleh panitia. Dalam suasana kemeriahan HUT kemerdekaan Republik Indonesia, segala hiasan dan rupa-rupa tumpeng hasil kreasi semua tim sangat meriah dan unik. Seperti milik lingkungan Laurentius yang tampilan tumpengnya berbentuk pulau-pulau besar Negara Republik Indonesia. Atau lingkungan Thomas yang menggunakan daun pisang sebagai piring dan sendok. Tentunya, lingkungan lain juga tidak kalah meriahnya.

Lomba Tumpeng Kemerdekaan

Segala properti yang digunakan pun mengusung ide “Go Green” dengan mengurangi pemakaian plastik, memanfaatkan barang-barang yang ada dan ramah lingkungan. Hal ini juga masuk ke dalam salah satu kriteria penilaian juri. Hal ini dicontohkan oleh panitia dengan menyediakan air minum dengan galon dan pemompanya saja, karena memang umat sudah dianjurkan sebelumnya untuk membawa botol minum sendiri-sendiri. Namun sayangnya, masih banyak umat yang lupa dan harus membeli air minum kemasan.

Adapun dewan juri yang berjumlah 9 orang yang terdiri dari Romo Vincent, Pemerhati Pastoran, tim Lingkungan Hidup dan 3 orang wakil umat, sudah memberikan penilaian mereka berdasarkan kriteria-kriteria penilaian yang sudah diinformasikan di awal. Nantinya, tim yang memenangkan lomba tumpeng ini akan diumumkan dalam acara puncak PNPP tanggal 10 September 2017.

Lomba Tumpeng Kemerdekaan

Acara berlangsung dengan sukses dari pukul 10.30 sampai pukul 13.30, dan aula sudah bersih setelahnya karena masih ada jadwal misa sore. Acara ditutup dengan doa makan dan berkat dari Romo Vincent.

Dari penyelenggaraan acara lomba ini, harapannya adalah supaya kita sebagai umat Katolik tetap ingat dengan identitas bangsa kita, walaupun kita berbeda-beda, terdiri dari berbagai macam suku bangsa, pada hakikatnya bangsa Indonesia adalah tetap satu kesatuan. Demikian pula cita rasa dan aneka masakan Indonesia dapat kita padu-padankan dalam tumpeng “Bhinneka Tunggal Ika” ini.

- Angela Merici -