misapagihariibu2

Istimewalah hari ini untuk para ibu di seluruh Indonesia, karena hari Kamis, 22 Desember 2017 ini bertepatan dengan peringatan hari ibu. Paroki Ibu Teresa Cikarang juga tak lupa ikut berpartisipasi secara khusus pagi ini dalam misa pagi di pastoran. Pagi ini, di depan meja altar disusun foto-foto dan nama-nama ibunda tercinta dari umat yang hadir mengikuti misa pagi ini. Misa pagi ini memuat ujud untuk mendoakan secara khusus para ibu masing-masing, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Selain itu, hampir sebagian besar para wanita yang hadir di misa juga mengenakan kebaya.

misapagihariibu1

Secara khusus dalam khotbahnya, Romo Mike bercerita tentang pengalaman pribadinya yang terinspirasi dari ibunda beliau. Pertama, ibu yang menghadirkan kita di dunia, mengenalkan kita kepada Tuhan, dan bahkan sewaktu sosok seorang ibu sudah tidak bisa berbuat apa-apa, beliau masih mendekatkan kita pada Tuhan. Pengalaman tersebut didasarkan pada pengalaman Romo Mike sewaktu diutus ke Papua. Sang ibunda tidak bisa “berbuat apa-apa” untuk anaknya, namun karena keyakinan akan pertolongan Tuhan untuk menjagai anaknya, maka beliau menjadi rajin rosario, rajin ke Gereja, semuanya semata-mata hanya untuk mendoakan anaknya. Dari pengalaman Romo tersebut, mengingatkan kita akan pengalaman kesetiaan Allah yang mendampingi kita. Misalnya, ketika kita sedang bersikukuh / berkutat dengan diri sendiri, biasanya kita lupa akan Tuhan. Tetapi, Tuhan selalu mempunyai cara untuk dekat dengan kita, misalnya lewat orang-orang di sekitar kita, dan sebagainya, sehingga membuat kita kembali mengandalkan Tuhan. Maka, kita bersyukur atas hadirnya seorang ibu yang sebenarnya merupakan kehadiran oleh Allah sendiri.

Pada peringatan Hari Ibu ini, Romo Mike juga mengajak umat PITC untuk belajar setia dan tekun seperti para ibu, yang bisa dilihat juga pada perempuan-perempuan yang menyertai Yesus, yang di dalamnya sebenarnya terkandung makna, bagaimana sifat kesetiaan menonjol dari kaum ibu. Allah menciptakan wanita sebagai pendamping pria, yang melengkapi satu dengan yang lain. “Ketika kita melupakan sisi “Ibu” dalam diri kita, maka umat beriman pasti juga akan lupa untuk mengarah kepada kesempurnaan itu, karena dia menghilangkan sebagian dari dirinya,”pungkas romo.

Maka, mari kita untuk belajar meneladani sosok seorang Ibu. Selamat Hari Ibu!

- Penulis : bene (komsospitc) -