MencintaiBumi

Pada hari Senin, 12 Desember 2016, beberapa kelompok keluarga tampak bersama-sama berjalan kaki ke arah sekolah Don Bosco 3 Taman Sentosa. Ditelisik lebih dekat, ternyata di hari libur ini, dimanfaatkan umat lingkungan Yohanes Paulus II untuk melakukan pertemuan adven III. Acara ini dilakukan dengan sedikit berbeda dari biasanya yaitu dilakukan di luar ruangan. Ya, pengurus lingkungan telah menggaungkan tema Adven dari beberapa minggu yang lalu, dan untuk lebih mendekatkan diri dan mewujudnyatakan aksi pada alam sekitar, diadakanlah pertemuan Adven III ini di luar ruangan.

MencintaiBumi

Acara dimulai pukul 06.30 pagi, setelah sekitar 60 orang, bapak, ibu, anak-anak, semua sudah berkumpul di lapangan sekolah Don Bosco III. Pertama, pertemuan ini dimulai dengan senam pagi bersama, yang dipimpin oleh Bapak Sulih. Kami memadu gerakkan badan kami untuk melepaskan kepenatan sehari-hari, dan senam bersama untuk menyehatkan badan serta menikmati hangatnya udara pagi yang cerah. Setelah itu, ditutup dengan senam poco-poco yang cukup energik dipandu oleh ibu Kris. Kami cukup berkeringat dan merasa segar setelahnya. Kemudian, dilanjutkan dengan acara sarapan bersama-sama. Sebelumnya sudah diumumkan, supaya membawa wadah makan sendiri. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi sampah strofoam dan plastik. Anak-anak, ibu – ibu dan bapak – bapak tampak sangat menikmati masakan yang dimasak oleh umat lingkungan ini.

MencintaiBumi

Selepas makan bersama, anak-anak diajak memainkan permainan mengenali jenis-jenis sampah. Jadi, anak-anak diminta membentangkan tali dan membuat lingkaran besar. Di tiga sudut lingkaran diikatkan kantong. Nah, ada 1 anak yang ditutup matanya dan menebak jenis sampah yang dibedakan ke kantong yang sudah ditentukan dengan dipandu oleh teman-teman yang lain. Pak Sulih juga menjelaskan kepada anak-anak tentang 3 jenis sampah. Yaitu, sampah organik, sampah unorganik, dan sampah B3. Sampah B3 dimisalkan dengan plastik. Jadi ada 3 kantong yang terbagi sesuai 3 jenis sampah tersebut, dan satu anak yang ditutup matanya harus bisa memasukkan sampah dimaksud sesuai dengan kantong sampahnya.

Dari situ, secara sabar, pak Sulih menjelaskan kepada anak-anak tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya, dan membedakan jenis-jenis sampah. Anak-anak sangat bersemangat mengikuti permainan ini. Beberapa anak yang masih lupa dan belum paham membedakan jenis-jenis sampah sangat terbantu dengan penjelasan sederhana oleh bapak Sulih. Beberapa kali anak-anak memainkannya, mereka menjadi lebih paham tentang jenis sampah dan cinta lingkungan hidup.

MencintaiBumi

Kemudian, di sesi berikutnya, para bapak dan ibu duduk dengan khidmat di tikar dan berdoa serta mendengarkan sabda Tuhan, dipimpin oleh Bapak Pambudi. Bacaan yang diambil dari Imamat 19: 9 – 10, menceritakan tentang perintah-perintah Tuhan kepada umat Israel untuk menjaga kesucian dalam kehidupan sehari-hari. Dari sharing beliau, bacaan ini menceritakan tentang peraturan-peraturan yang dibuat untuk orang Israel dalam memberikan mengolah hasil bumi sebagai makanan sehari hari mereka, yaitu gandum dan anggur. Aturan untuk tidak membabat habis tuaian gandum dan memetikdua kali sisa buah anggur, dimaksudkan untuk selalu berbagi dengan orang miskin. Contoh nyata, adalah di belahan bumi yang lain, banyak orang menderita kelaparan, sedangkan berton – ton makanan terbuang percuma pula. Di situ pak Pambudi mengutip pula kata-kata dari paus Fransiskus, yaitu, "Membuang makanan sama saja dengan mencuri makanan dari meja orang miskin, dari mereka yang lapar”. Kita diajak untuk lebih bijaksana dalam mengkonsumsi makanan dan menunjukkan sikap bela rasa terhadap sesama yang miskin. Ini adalah contoh wujud nyata bertindak dalam rangka mencintai alam lingkungan kita. Dengan renungan ini kami disadarkan untuk lebih peka dan lebih perduli terhadap lingkungan sekitar, baik alam maupun sesama. Pertemuan ditutup pukul 09.00 dengan doa penutup bersama kami pulang ke rumah masing-masing dengan semangat baru yaitu lebih menghargai bumi kita dan perduli kepada alam lingkungan dan sesama.

- Penulis : Bayu Pradnya (komsospitc) -