Print
Category: Liputan Gereja & Lingkungan
Hits: 621

Liputan Utama PITC 2016

Pagi yang cerah mengiringi perjalanan kami ke Villa Puncak 2 Desa Sukawangi. Perjalanan dari Cikarang ke sana dengan konvoi mobil memakan waktu sekitar 3 jam. Perjalanan yang sungguh kami bisa nikmati, di kiri kanan masih bisa kami liat hijaunya sawah, birunya awan, sungguh Maha Besar Tuhan. Jalan yang naik turun, dengan beberapa belokan menantang bisa kami nikmati dengan sukacita.

Sesampai di sana, kami kembali dibuat terpana dengan indahnya alam. Pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi, tanaman dan bunga yang tertata rapi, kolam ikan yang jernih, udara yang segar. Hujan yang kemudian turun, menyambut kedatangan kami, tidak menyurutkan semangat untuk mengikuti Rekoleksi.

Rekoleksi Bidang Pelayanan Tahun 2016 diadakan Sabtu-Minggu, 29–30 Oktober . Rekoleksi yang tidak hanya melibatkan tim inti tetapi juga mengajak keluarga untuk ikut bersama. Dari kita, oleh kita dan untuk kita, rekoleksi ini diadakan. Pada rekoleksi kali ini sekitar 50 orang bisa bergabung, dari semua lapisan -dari bayi 10 bulan sampai lansia, dari ibu rumah tangga sampai professional- tampak dalam kebersamaan. Tema rekoleksi 2016 ini “Aku Melayani karena Cinta-Nya”

Setelah pembagian kamar dan beres-beres, peserta berkumpul untuk makan siang bersama. Menu sup menghangatkan kami di tengah hujan yang turun dan juga tidak ketinggalan sambal menambah kenikmatan makan siang kami. Setelah kenyang, peserta diminta kembali berkumpul di aula karena acara akan dibuka. Acara dibuka dengan Perkenalan “Tak Kenal maka Tak Sayang” Individu yang mendapat lemparan boneka dari temannya diminta untuk menyebutkan nama, makanan kesukaan dan mengapa menyukai makanan tersebut. Acara perkenalan berlangsung ramai, gelak tawa anak-anak dan candaan usil beberapa tmn membuat suasana yang semula canggung menjadi mencair. Acara dilanjutkan dengan Kata Pembuka oleh Pak Robert Aris selaku Dewan Paroki Pendamping Bidang Pelayanan.

Setelah saling mengenal, acara disambung dengan pembagian kelompok. Namun pembagian kelompok kali ini unik. Peserta yang sudah dibagikan kertas yang bertuliskan nama hewan, diminta untuk mencari kelompoknya dengan cara menirukan suara hewan tersebut. Jadilah suara ayam, bebek, kambing, kucing dan sapi terdengar riuh di ruangan. Lima kelompok pun terbentuk. Perkenalan terus berlanjut dengan tiap-tiap kelompok diminta untuk membuat Yel- Yel. Ternyata tiap kelompok kreatif, Yel-yelnya mantap. Ketika diminta untuk tampil ke depan, berbagai ekspresi dan kreasi peserta terlihat.

Liputan Utama PITC 2016

Setelah sesi perkenalan 2 jam, peserta diberikan kesempatan untuk istirahat dan mandi. Tepat jam 5 sore, peserta kembali berkumpul di aula untuk sesi acara inti. Sesi acara 1 dan 2 diisi oleh Br. Yustinus Adri Widodo, FIC. Sesi I dengan subtema “ Allah Mencintai Manusia = Kerahiman Allah ”. Bruder membuka dengan video singkat Ibu Teresa tentang Forgiveness. Di video itu diceritakan Ibu Teresa tetap bersikap lembut kepada orang yang ingin mengambil semua barang-barang di tempat penampungan mereka, bahkan memberikan dengan ikhlas tanpa ada cercaan dan amarah. Di akhir video, si Bapak yang keras bisa menjadi lembut karena tersentuh dengan hati besar Ibu Teresa. Spiritualitas ibu Teresa jelas terlihat dalam setiap karya dan pelayanan Beliau. Kita umat Paroki Ibu Teresa Cikarang selayaknya berbangga karena kita bernaung dengan nama Ibu Teresa.

Sesi terus berlanjut, Bruder mengajak peserta untuk merefleksikan tentang pelayanan yang sudah dilakukan. Ada 4 (empat) pertanyaan pancingan : 1. Apakah aku merasakan./ mengalami kehadiran Tuhan dalam tugas pelayanan? 2.Apa saja yang menyemangati atau menguatkan pelayananku? 3.Apa saja kesulitan dalam tugas pelayananku,bagaimana aku menyingkapinya? 4.Apa saja yang aku dapat selama melayani? Beberapa dari peserta membagikan pengalamannya tentang melayani. Semua menyebutkan jika ada kebahagian tersendiri dalam melayani dan ada kerinduan jika sudah lama tidak melayani. Walaupun tantangan sangat banyak, baik dari diri sendiri, keluarga, teman-teman komunitas, dan lingkungan, namun sampai saat ini saya tetap memilih mau melayani.

Sesi II dengan subtema “ Mengalami Cinta Allah ” menjawab refleksi di atas. Pada sesi ini Bruder mengajak peserta lebih dalam menghayati tentang pelayanan yang sesungguhnya. Kita bisa melayani dari hal-hal kecil di sekitar kita. Bruder membagikan pengalamannya ketika mendapat pimpinan seorang Bruder yang keras dan galak. Bruder mencoba menghadapi dengan senyum, mengubah persepsi Beliau bahwa Bruder ini adalah salah satu cara Tuhan untuk mendidik beliau dan ternyata berhasil. Ya, “Cinta Tuhan meneguhkan panggilan pelayananku,” kata Bruder. Mengapa kita harus melayani? Bruder kembali menayangkan video singkat : Melayani merupakan perwujudan iman kita, kita diciptakan untuk melayani, meneladani Dia yang terlebih dulu melayani, oleh karena ikut memilkul salib-Nya dan Melayani untuk membagikan Kasih-Nya dan memuliakan Nama-Nya. Dan di akhir acara, Bruder mengingatkan untuk Jangan Lupakan Doa karena melalui Doa, keajaiban dapat terjadi dan akan selalu menguatkan kita dalam sgala hal, Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktu-Nya. Bruder juga memberikan tips di kala diri kita sedang galau, bimbang, coba untuk merefleksi diri. Dalam refleksi tersebut kita akan menemukan jawaban Tuhan. Hari 1 rekoleksi ditutup dengan doa malam bersama.

Tibalah hari ke-2 rekoleksi. Bangun pagi kami disambut dengan dingin dan cerahnya cuaca. Sesi III dengan subtema “ Melihat Yesus dalam Diri Setiap Orang ”, kami adakan outdoor. Setelah kami disegarkan dan dibekali dengan dasar-dasar dan makna pelayanan, di sesi III kami mencoba merealisasikannya dalam bentuk permainan. Permainan antara lain Mencari bendera, Voli nama, Tiru Gaya dan Satu hati Satu Rasa.. Pada permainan mencari bendera, tiap orang tampak kompak mencari bendera dan kemudian bersama-sama menggabungkan kata menjadi satu kalimat Ibu Teresa. Gelak tawa terdengar saat permainan voli nama di mana adu siapa cepat menyebutkan nama teman kelompok lawannya. Permainaan tambah seru saat tiru gaya, di mana pada permainan ini hanya satu kelompok yang bisa menjawab satu benar dari dua perintah. Ternyata tidak mudah mempersepsikan kata dalam gerakan, menirukan ke teman kelompok, dengan tidak boleh berbicara.

Liputan Utama PITC 2016

Liputan Utama PITC 2016

Permainan ditutup dengan adu kompak 7 pasang pasutri. Lima pertanyaan diajukan ke masing-masing pasangan kemudian ditunjukkan jawaban masing-masing. Dari permainan ini terlihat bahwa hal-hal kecil ada yang tidak diketahui oleh pasangan saya, bisa karena lupa, kurang memperhatikan, atau dianggap hal biasa. Dan pada permainan ini dipilih pasangan satu hati satu rasa yaitu pasutri Pak Triwicoro-Bu Flo, yang bisa menjawab benar 4 pertanyaan dari 5 pertanyaan. Pesan rahasia dari Sesi III ini sesuai temanya, kita melihat Yesus dalam diri pasanganku, keluargaku, teman-temanku dan orang-orang sekitarku. Begitu juga dalam tugas pelayanan, untuk itu, diperlukan 6K:Keterbukaan, Kerjasama, Kerendah-hatian, Kepedulian, Komunikasi yang baik dan yang utama KASIH yang tulus.

Selesai sudah Sesi III, dilanjutkan dengan Kesan pesan peserta dan Bruder selama 2 hari rekoleksi. Semua memberi kesan positif dengan acara ini. Kami bersyukur rekoleksi ini bisa berlangsung dengan baik karena Kuasa Tuhan dan juga penyelenggaraan Roh Kudus. Acara ditutup dengan ibadat singkat, Take Home Message dari Bruder serta Kata penutup dari Makarius Adhi selaku Dewan Paroki Pendamping Bidang Pelayanan, dilanjutkan makan siang bersama. Pukul 2 siang, rombongan kembali konvoi ke Cikarang.

Terima kasih untuk Bruder dan tema-teman tim panitia.Terima kasih dan salut untuk semua peserta. Seperti kata Ibu Teresa “ Melayani Hal-hal Kecil dengan Cinta yang Besar ” Mari kita bagikan Kasih kita kepada lebih dan lebih banyak orang.

Liputan Utama PITC 2016

Liputan Utama PITC 2016

-RHN-