Logo
images

Tuhan Sudah Dekat

Saudara/i yang terkasih, Tuhan sudah semakin dekat. Suatu penantian merupakan proses dari pemenuhan akan sebuah harapan. Setiap harapantidak langsung terpenuhi begitu saja, tetapi mebutuhkan waktu untuk itu. Maka tidak jarang, penantian ini sering kali terasa membosankan. Apalagi yang dinantikan atau yang diharapkan itu adalah yang begitu istimewa, sehingga kita sering bertanya-tanya dalam hati, kapan akan datang?

 

Minggu Adven ke III ini hendak menggambarkan penantian umat Allah yang begitu lama akan kedatangan seseorang yang akan membawa mereka ke dalam hidup yang lebih baik. Berabad-abad lamanya, bangsa Allah, Bangsa Israel hidup dalam ketidakadilan dan penindasan oleh penguasa ke penguasa yang lain. Mereka begitu menderita. Mereka memohon campur tangan Allah dalam situasi hidup mereka yang begitu menyedihkan.

 

Allah adalah Tuhan yang penuh belas kasihan. Dia mendengar setiap doa dan tangis dari umatnya. Allah menjanjikan keselamatan kepada umat-Nya yang setia kepada-Nya. Inilah alasan bagi bangsa Israel menantikan seorang penyelamat. Hari ini, penantian yang panjang itu dinyatakan secara lebih jelas dengan pengakuan Yesus kepada pertanyaan Yohanes Pembabtis melalui murid-murid-Nya. Yesus yang menyatakan siapa diri-Nya dengan segala sesuatu yang Ia lakukan di tengahtengah manusia. Maka, penantian panjang itu telah dipenuhi. Bagi Yohanes, jawaban Yesus ini cukup untuk memastikan bahwa Yesus adalah kepenuhan harapan yang dinantikan umat Allah, serta bagi-Nya, Yohanes mempersiapkan jalan.

 

Saudara-saudari, dua tokoh yang ditampilkan dalam bacaan hari ini, yakni Yohanes yang mempersiapkan jalan bagi Sang penyelamat, dan Yesus Putra Allah, Sang Juru Selamat itu, mengingatkan kita juga bahwa kita sebagai umat beriman harus mengambil bagian dalam masa penantian itu.

 

Pertama-tama, kita harus mampu  seperti Yohanes yang mempersiapkan jalan bagi kedatangan Sang Juru Selamat. Kita sebagai orang beriman dituntut untuk mempersiapkan jalan dengan mewarta dan bersaksi. Kita tidak perlu berteriak di sepanjang jalan, tetapi mewarta dan bersaksi dengan sikap dan perbuatan yang menunjukkan bahwa kita anak-anak

Tuhan. Setiap tindakan dan perilaku kita mesti menunjukkan itu, dan dengannya, kita sudah mempersiapkan jalan bagi Dia, yang bagi-Nya Yohanes juga mempersiapkan jalan. Lebih lagi, kita yang beriman dan dibabtis ini harus mampu hidup seturut hidup Kristus Yesus. Kita dituntut seperti Dia. Dia membawa kesembuhan, terang, kedamaian, dan hidup. Kita mesti membawa kesembuhan di antara sahabat kita yang terlukai. Kita harus mampu menerangi orang lain dalam kegelapan. Kita dituntut menegakkan keadilan dalam situasi penindasan yang saat ini terjadi di mana-mana. Dengan itu, kita dimampukan membawa kehidupan yang lebih baik seperti Yesus sendiri. Yesus tetap berkarya dan bertindak dalam setiap diri kita yang beriman kepada-Nya.

 

Maka, marilah saudara/I, kita mempersiapkan kedatangan Tuhan yang akan datang sebagai Penyelamat kita. Dialah jalan keselamatan kita satu-satunya yang telah dijanjikan Allah Bapa dan Penyelamat yang telah lama kita nantikan. Semoga kita mampu bersaksi dan mewarta sebagaimana Yesus sendiri, sehingga keselamatan itu hadir dalam diri kita sebagai orang beriman dan tetap nyata. Semoga.

 

Sr. Teresa, SFMA



Dipost Oleh Simon

~ Simon ~

Tinggalkan Komentar