Mengenal Paroki Bekasi Gereja St Arnoldus

Mengenal Paroki Bekasi Gereja St Arnoldus

Mungkin tidak semua umat mengetahui bahwa Paroki Cikarang adalah pemekaran dari Paroki Bekasi. Yuk kita intip sedikit profil paroki tertua di Bekasi ini.

Awalnya di tahun 1979 hanya memiliki umat sebanyak 1.028 jiwa. Umat Paroki mayoritas adalah para pelaju, dimana mereka tinggal di Bekasi namun lebih banyak yang bekerja di Jakarta. Seiring perkembangan Kota dan Kabupaten Bekasi sebagai daerah penunjang ibukota, maka paroki ini telah menumbuhkan paroki-paroki baru seperti :
1. Paroki Kranji (Gereja St Mikael) di tahun 1991
2. Paroki Taman Galaksi (Gereja St Bartolomeus) di tahun 1995
3. Paroki Bekasi Utara (Gereja St Klara) di tahun 1996
4. Paroki Cikarang (Gereja Ibu Teresa) di tahun 2004
5. Stasi St Petrus Rasul Tambun (dalam persiapan sejak tahun 2012)
6. Stasi St Yohanes Paulus II (dalam persiapan sejak Agustus 2016)

 

Saat ini jumlah umat telah melebihi 23.000 jiwa, dan sudah selayaknya dimekarkan lagi. Gereja berkapasitas 3.000 orang tersebut, ternyata tidak mampu menampung umat pada saat Misa. Umat yang hadir sekitar 10.000 orang, sehingga kekhusukan terasa kurang karena jauh dari altar dan harus berteduh di bawah pohon.

Letak Gereja berdampingan dengan Terminal Bekasi. Hal ini yang menjadikan Gereja menjadi tempat transit, seperti halnya terminal. Banyak umat di luar paroki yang mengikuti Misa karena akan melanjutkan perjalanan ke arah lain. Ada yang menjadikan tempat bertemu, karena alasan kemudahan akses.

Keuskupan Agung Jakarta mempercayakan penggembalaan umat kepada Kongregasi Imam SVD. Kongregasi lain yang juga berkarya di Paroki Bekasi adalah Suster Fransiskan St Lusia (KSFL) yang mengelola Yayasan St Lusia, Suster Putri Reinha Rosari (PRR) yang mengelola sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan perkebunan sayuran organik serta Suster Notherdam yang mengelola pendidikan TK dan SD Notherdam.

Tampak depan bangunan
Paroki Bekasi setelah
mengalami renovasi

Paroki Bekasi diresmikan oleh Uskup Leo Sukoto pada 25 Februari 1979 setelah selama 14 tahun menjadi Stasi di bawah naungan Gereja Santa Maria Dpamarga Klender. Pastor Paroki saat ini adalah Pastor Stefanus Setyo Kumoro Aji SVD sebagai Pastor Paroki, didampingi Pastor Yoseph Waryadi SVD, Pastor Flavianus Levi Lidi SVD, dan Pastor Albertus AryDianto Pr.

Secara geografis, Paroki Bekasi memiliki batas sebagai berikut :
Utara : berbatasan dengan Paroki Bekasi Utara
Selatan : berbatasan dengan Gereja Bunda Maria Segala Bangsa, Keuskupan Bogor
Timur : berbatasan dengan Paroki Cikarang
Barat : berbatasan dengan Paroki Kranji Gereja juga berdampingan dengan Sekolah Strada Budi Luhur, dimana sejak awal perjalanan sejarah pendirian gereja sampai saat ini, kelekatan sekolah dan gereja begitu kuat. Tidak hanya secara fisik, tapi juga sebagai motor penggerak yang saling mendukung. Terutama dalam penyediaan tempat bagi kegiatan dan karya Paroki.

Demikian sekilas profil dari Paroki Bekasi. Paroki tertua di Bekasi dan Paroki induk dari Paroki Cikarang.

Tim Sejarah Paroki
Data diambil dari : Perjalanan Gereja
Katolik (di) Jakarta, Gramedia, 2017

Dipost Oleh Simon Aldwin

~ Simon ~

Post Terkait

Tinggalkan Komentar