Mari Berbagi, Mari Berbelarasa

Mari Berbagi, Mari Berbelarasa

Kalimat di atas merupakan salah satu misi “Ayo Sekolah Ayo Kuliah” Paroki Ibu Teresa Cikarang (ASAK PITC), dari tiga misi yang dicanangkan. Bagi kita umat PITC, kata berbagi sudah sering didengungkan karena kita memang memilih Ibu Teresa dari Kalkutta sebagai nama pelindung paroki ini.

 

Tentu masih segar ingatan kita akan homili Bapa Uskup pada Perayaan Nama Pelindung Paroki (PNPP) awal Bulan September lalu. Semangat dan tindakan apa sebagai konsekuensi memilih Ibu Teresa sebagai nama pelindung, tergantung pada pengenalan kita terhadap Ibu Teresa. Ibu Teresa yang bagaimana yang kita pikirkan dan bayangkan, akan mempengaruhi (dan menjiwai) tindakan kita dalam kehidupan menggereja. Tentu saja sangat banyak keutamaan dan karya yang dilakukan Ibu Teresa. Kita bisa mendalami dan mengambil salah satu keutamaan yang terwujud dalam karya nyata bagi umat dan masyarakat di wilayah paroki kita ini.

 

Tidak semua umat PITC memiliki kondisi dan kehidupan sesuai harapan. Beberapa (atau mungkin banyak) keluarga yang mengalami kesulitan dalam hal ekonomi, jika tidak ada uluran dan kepedulian dari orang lain, akan semakin berada dalam kesulitan tersebut. Salah satu dampak dari kesulitan ekonomi itu terletak pada kelangsungan pendidikan anak. Akibatnya, pendidikan (baca: sekolah) anak akan menjadi korban, baik dari segi kelangsungan maupun mutu pendidikan itu.

 

Pertanyaan muncul, ”Seberapa banyak dan seberapa dalam kesulitan keluarga di PITC dan akan berpengaruh terhadap kelangsungan pendidikan anak?”. Dari data tim ASAK PITC yang kita yakin akan masih berkembang, lebih dari 52% keluarga yang dibantu ASAK berpenghasilan per bulannya kurang dari setengah angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Tentu saja anak akan sangat mengalami kesulitan untuk mendapatkan pendidikan, apalagi pendidikan layak dan sekolah di Yayasan Katolik.

 

Kita punya kesempatan untuk ikut meringankan kondisi itu melalui keterlibatan kita dalam program ASAK. Bantuan pembiayaan oleh ASAK memang tidak menyelesaikan semua masalah pendidikan, tetapi akan sangat membantu kelangsungan serta mutu pendidikan anak. Akan lebih utama lagi, kita tidak hanya terlibat untuk membantu dalam wujud dana, tetapi juga terlibat untuk mendampingi dan menjadi sahabat bagi keluarga yang mengalami kesulitan.  Membantu dana, mengenal keluarganya, mendengarkan kesulitannya, tentu akan menjadikan kekuatan tersendiri bagi keluarga yang dibantu.

 

Kita tentu sadar bahwa Gereja masa depan dirintis melalui anak-anak kita mulai saat ini. Mutu pendidikan yang tinggi akan berpengaruh terhadap ketangguhan gereja pada masa depan. Semakin banyak anak yang diselamatkan pendidikannya, maka semakin berkurang jumlah keluarga Katolik yang mengalami kesulitan. Kepedulian dan bela rasa kita umat PITC terhadap anak yang mengalami kesulitan pembiayaan pendidikan, adalah wujud menapaki langkah Ibu Teresa dari Kalkutta. Bukan sekedar ketenaran Ibu Teresa yang akan kita banggakan. Namun, langkah berani untuk merasakan kesusahan dengan berbagi demi meringankan kesulitan sesama umat, itulah wujud dari mengikuti, menapaki.

 

~ komsos pitc ~

Dipost Oleh Simon Aldwin

~ Simon ~

Post Terkait

Tinggalkan Komentar