Logo
images

Kunjungan Rohani Kelompok Katekumen

Hari Minggu, 28 Januari 2018 menjadi hari istimewa bagi kelompok katekumen Paroki Cikarang Gereja Santa Teresa. Jadwal kegiatan mingguan di hari minggu ini diisi dengan kunjungaan rohani ke Gereja Katedral Jakarta.

 

Kelompok simpatisan menjadi Katolik ini menunjukkan perhatian dan tanggung jawabnya atas semua yang diharapkan dari mereka untuk pelaksanaan acara kunjungan ini. Jumlah peserta katekumen pada acara kunjungan hari ini berjumlah 62 orang dengan koordinator saudara Stephanus dan ditemani para pengajar katekumen yaitu Bapak Herman Kanga sebagai penanggung jawab umum serta didampingi oleh Ibu Dyah dan Bapak Bruno.

 

Sukacita dan kegembiraan bersama sebagai satu kelompok basis (calon) umat Katolik dari Paroki Cikarang ini mulai terlihat dari sikap dan raut wajah para peserta. Hal ini nampak melalui
sumbangsih dan solidaritas bersama di antara mereka sendiri mulai dari pengadaan sarana transportasi bus, snack, sampai penyiapan makan minum untuk segenap peserta, tanpa merepotkan paroki. Meskipun demikian, kami pantas berterima kasih kepada Romo Aan, Romo paroki Cikarang yang telah memprakarsai kegiatan ini dan telah menginformasikan rencana kunjungan ini ke Pastor Paroki Katedral, khususnya kepada Romo Hani, sebagai pemimpin misa yang dimulai pada pukul 11.00.

 

Perjalanan pagi itu menuju Gereja Katedral ternyata berlangsung lancar tanpa hambatan. Karena kami datang lebih awal dari rencana, misa kedua masih berlangsung, maka rombongan katekumen menuju Gua Maria yang terletak di samping Gereja. Dengan acaranya mulai masing-masing, peserta menyatakan hormat dan baktinya kepada Bunda Maria sambil menunggu perayaan ekaristi selesai. Pemasangan lilin, pemberian karangan bunga dan posisi
berdiri di hadapan Bunda sambil menyentuh dinding gua Bunda Maria, semuanya menjadi pertanda bahwa para katekumen mulai menjadikan devosi kepada Bunda Maria sebagai bagian dari perjalanan hidup rohaninya. Kemudian, para katekumen berdoa Rosario bersama sambil menunggu perayaan Ekaristi ketiga bersama segenap umat yang mulai datang memadati gedung gereja.

 

Dalam Ekaristi, para katekumen seperti halnya segenap umat lainnya mengikuti dengan penuh hikmat. “Jangan menjadi orang Katolik yang part time”, demikian kalimat yang diucap oleh Romo di akhir khotbahnya mengutip pesan Tweeter dari Paus Fansiskus. Di akhir perayaan ekaristi, Romo Hani tidak lupa menyapa secara khusus kelompok katekumen dari Paroki Cikarang sambil menghaturkan terima kasih atas keikutsertaan dalam perayaan Ekaristi di gereja Katedral.

 

Hari ini para katekumen dilayani oleh petugas Katedral bernama ibu Lily yang menjelaskan tentang sejarah Gereja Santa Maria Katedral Jakarta. Gereja Katedral yang dibangun tahun 1899 dan diresmikan tanggal 21 April 1901, jauh sebelum kemerdekaan RI ini, gaya arsitektur gedungnya adalah neo-gotik dan sudah termasuk bangunan cagar budaya yang harus tetap terpelihara. Denah Gereja katedral yang berbentuk salib dan dilengkapi dengan tiga Menara (Angelus Dei, Benteng Daud dan Menara Gading) semuanya menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap pengunjung yang datang. Pada interior Gereja, seperti monumen granit hitam buatan Belgia, mimbar gotik dari Den Haag yang dipasang pada tahun 1905, 14 Jalan Salib yang dilukis di atas ubin oleh seniman grafis Theo Molkenber dan dipasang pada dinding Gereja katedral pada tahun 1912 sebagai peringatan pesta emas Imamat Pastor Carolus Wenneker SJ juga termasuk. Wujud interior yang masih menyimpan praktik katedral sejagad adalah adanya altar-altar lain di samping altar utama. Di sini para katekumen berfoto di depan Altar Santa Maria, Altar Santo Yoseph dan Altar Utama di mana ada kursi-takhta Uskup (catedra). Rasa takjub dan kagum terpancar dari wajah para katekumen.

 

Semoga semangat para misionaris dan para perintis dan peletak batu iman Gereja Katedral akan menjiwai segenap peserta rombongan katekumen Paroki Cikarang dalam keputusannya mengikuti Kristus dalam Gereja katolik yang kudus. Demikian kesan dan harapan yang dibawa pulang oleh rombongan katekumen saat kembali ke Cikarang di sore itu.

 


Bruno Rumyaru



Dipost Oleh Simon

~ Simon ~

Tinggalkan Komentar