Imanuel, Allah Berserta Kita

Imanuel, Allah Berserta Kita

Ibu, bapak, saudari, dan saudara terkasih dalam Kristus, pada minggu ini, kita merayakan Hari Raya Natal, hari kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus ke dunia. Hari Raya Natal adalah hari yang biasanya kita nanti-nantikan, mulai dari masa kanak-kanak kita hingga masa tua kita. Mengapa? Hari Raya Natal terasa membawa kedamaian, kesejukan, dan sukacita. Hari Raya Natal menjadi kesempatan untuk berkumpul dan bergembira bersama keluarga, teman-teman, dan lingkungan kita. Suasana Natal itu didukung pula dengan berbagai hiasan Natal yang terpasang, entah di rumah, sekolah, tempat kerja, atau pusat perbelanjaan. Hal itu membuat kita semakin bisa masuk dalam suasana Natal. Akan tetapi, tanpa mengurangi kegembiraan dan suasana Natal, kita perlu mengingat bahwa puncak iman kita tetaplah Hari Raya Paskah loh. Natal adalah permulaan Sang Raja Damai, Tuhan kita Yesus Kristus, hadir di dunia ini dan Paskah adalah puncak hidup dan pemuliaan diri-Nya.

Dalam permenungan minggu ini, saya memilih Injil Malam Natal dari Luk 2:1-14. Injil Lukas mengisahkan bahwa Bunda Maria dan Santo Yusuf pergi ke Betlehem untuk mendaftarkan keluarganya sebagaimana perintah Kaisar Agustus. Setibanya di Betlehem, tibalah juga waktu bersalin untuk Bunda Maria. Dan, Tuhan Yesus pun dilahirkan di Betlehem, di palungan. Kesukaan besar itu dikabarkan oleh Malaikat Tuhan kepada para gembala sehingga mereka yang notabene adalah orang biasa bisa melihat dan merasakan sukacita yang besar, yakni lahirnya Sang Juru Selamat. Sukacita itu tidak hanya untuk bangsa mereka saja, tetapi untuk seluruh bangsa, untuk seluruh umat manusia. Maka, kelahiran Yesus membawa sukacita besar bagi kita umat manusia. Sukacita itu membawa harapan bahwa kita akan diselamatkan melalui diri-Nya.

Sukacita yang membawa harapan itu pun sudah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya. Nubuat itu dapat kita simak dalam Bacaan Pertama, Yes 9:1-6. Nabi Yesaya menubuatkan tentang kelahiran Yesus, Sang Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Ia akan membawa sukacita, harapan, pembebasan, dan damai sejahtera. Maka, untuk permenungan kita pada Hari Raya Natal ini, apakah kita bersukacita pada Hari Natal ini? Apakah harapan-harapan yang kita bawa kepada-Nya? Komitmen-komitmen apa yang ingin kita bangun? Marilah kita bawa semuanya itu dengan penuh rasa syukur, penuh sukacita, dan penuh harapan bahwa Ia pasti akan melimpahkan penyertaan, kasih sayang dan berkat-Nya yang melimpah kepada kita semua.

Selamat berakhir pekan. Selamat Natal.


Rm. Vinsensius Rosihan Arifin, Pr

Dipost Oleh Simon Aldwin

~ Simon ~

Post Terkait

Tinggalkan Komentar