Amalkan Pancasila: Kita Bhinneka, Kita Indonesia

Amalkan Pancasila: Kita Bhinneka, Kita Indonesia

Diambil dari Pedoman Karya dan Inspirasi Gerakan Pastoral Evangelisasi – Tahun Persatuan Keuskupan Agung Jakarta – oleh Panitia Penggerak Tahun Persatuan Keuskupan Agung Jakarta

Keuskupan Agung Jakarta telah menegaskan cita-cita hidupnya untuk menjadi pembawa  ukacita Injil dalam mewujudkan Kerajaan Allah yang Maha Rahim. Hakikat Gereja sebagai persekutuan tidak hanya dipahami sebagai kumpulan Umat Allah yang hanya memikirkan kepentingan internalnya, namun juga berciri inklusif yang bersama-sama semua pihak ingin menciptakan masyarakat yang lebih baik.

Arah Dasar KAJ 2016-2020 (kemudian akan disebut ArDas) telah menunjuk suatu pilihan cara yang sangat mendasar yaitu : AMALKAN PANCASILA. Pilihan ini sangat relevan dengan kondisi bangsa Indonesia.

Tema Tahun 2016 adalah Amalkan Pancasila : Kerahiman Allah yang Memerdekakan. Perwujudan Sila I Pancasila terkait Tuhan yang kita percayai adalah Tuhan yang masuk dalam kehidupan manusia dan berbelas kasih kepada manusia yang lemah dan berdosa. Gerakan ini berjalan baik karena seiring juga dengan Gerakan Gereja Universal yang menawarkan rahmat Indulgensi.

Sila II hendak diwujudkan pada tahun 2017 dengan tema Amalkan Pancasila : Makin Adil Makin Beradab. Pada Tahun Kemanusiaan ini, Umat Allah didorong untuk melakukan Gerakan Suka Menolong.

Tema Tahun 2018 adalah Amalkan Pancasila : Kita Bhinneka Kita Indonesia. Pada tahun 2018 ini, kita didorong untuk semakin hadir dan terlibat dalam kehidupan bermasyarakat dan menjalin relasi tanpa memandang sekat-sekat perbedaan. Maka, seraya melanjutkan Gerakan Suka Menolong, tahun 2018 dicanangkan sebagai Tahun Persatuan.

Salah satu bentuk sederhana gerakan konkret di Tahun Persatuan ini, yang dapat dilakukan oleh siapa pun adalah Piknik Kebangsaan. Dengan kata lain, kita mengunjungi tempat bersejarah Nasional.

Kunjungan ini dapat dilakukan sendiri, bersama keluarga atau dengan komunitas. Bertujuan untuk mempertegas arti persaudaraan sosial dalam rangka Tahun Persatuan, dan sangat disarankan untuk mengajak tetangga- tetangga terdekat untuk bersama - sama melakukan Piknik Kebangsaan ini.

Beberapa tempat yang direkomendasikan untuk dikunjungi : Gedung Stovia, Gedung Sumpah Pemuda, Tugu Proklamasi dan Museum Naskah Proklamasi, Gedung Joeang, Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Taman Makam Pahlawan Kalibata, Museum Fatahilah, Monumen Nasional dan tempat-tempat bersejarah lainnya. Tidak harus berlokasi di Jakarta. Jika memang ditemukan tempat bersejarah di luar Jakarta, sangat disarankan untuk mengunjungi, agar dapat menambah dan memperluas wawasan kita tentang kebangsaan.

Bila memungkinkan lakukanlah doa bersama di tempat yang dikunjungi untuk para pejuang bangsa ini. Semoga gerakan sederhana ini dapat dilakukan dan dirasakan manfaatnya oleh umat, sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Rose Pratiwi

Dipost Oleh Simon Aldwin

~ Simon ~

Post Terkait

Tinggalkan Komentar